I made this widget at MyFlashFetish.com.

Rabu, 16 November 2011

Tanyakan pada dirimu..

Jika sedang berbuat dosa dan maksiat, bisakan anda mengusahakan agar Allah jangan sampai melihat perbuatanmu itu. Jika dihatimu ada niatan buruk untuk bermaksiyat, bisakah anda mengusahakan agar Allah jangan sampai tahu akan niatmu itu. sebelum kau lalukan itu semua marilah kita simak firman Alloh SWT dibawah ini, yang artinya: "Dia selalu bersama kalian di mana pun kalian berada" (QS al-Hadid: 4) "Sesungguhnya tidak ada sesuatupun yang tersembunyi di mata Allah, baik yang ada di langit maupun yang ada di bumi "(QS Ali Imran: 6) "Allah mengetahui mata yang berkhianat [yang mencuri pandang terhadap apa saja yang diharamkan] dan apa saja yang tersembunyi di dalam dada " (QS Ghafir: 19). dari ayat diatas kita bisa simpulkan bahwa kita sebenarnya tak lepas dari pantauan-Nya. nah...... kalo begitu pernahkan anda berfikir: saat anda bermaksiat anda malu orang lain tahu akan perbuatan itu. lalu apakah anda malah tidak merasa lebih malu saat Alloh SWT melihat anda bermaksiat? saat anda punya niatan untuk bermaksiat mungkin anda malu kalo niat itu diketahui orang, tapi apakah anda tidak lebih malu jika Alloh yang melihat niat buruk itu? Astaghfirulloh.... Ampuni kami ya Robb...... Istiqomahkan kami agar selalu merasa dalam pengawasan-Mu dalam setiap tindakan kami.... Buatlah hati kami selalu berdzikir padamu setiap saat & disetiap tindakan...., Aamiin...

Sabtu, 16 Juli 2011

SENDAL PAK HAJI...


Setelah sholat di Musholah sebelah rumah, Pak Haji kebingunan mencari sandalnya.
Lalu datanglah Udin anak muda yang sering ikut acara di Mushollah.
"Ada apa Pak Haji?"
"Sandal ane hilang!'
"Oh, tadi diambil Lela anak Pak Haji, biar saya ambilin ya Pak Haji."
"Oh ya, tolong. Makasih ya, Din"
Segeralah Udin ke rumah pak haji di sebelah dan menemui Lela yang sejak tadi ada di teras.

"Asalamu alaikum, Lela!"
"Wa alaikum salam. Ada apa, Din?"
"Lela, mungkin kamu gak percaya, tapi tadi pak haji bilang, saya disuruh cium pipi kamu!"
"Mana mungkin babe bilang begitu, enak aja!"
"Ya udah kalau gak percaya"
Lalu Udin berteriak ke arah musholah.
"Pak Haji, gak dikasih sama Lela,,,"
"Lela...ayo kasih, jangan gak dikasih,,," teriak Pak Haji dengan nada agak marah.
Mendengar ayahnya kelihatan serius, Lela percaya saja, pasti ada alasannya.
Setelah mencium pipi kanan, Udin bilang lagi.
"Lela, kata Pak Haji harus pipi kanan dan kiri, jadi pipi kiri juga harus dicium"
"Kok aneh si babe?" pikir Lela.
"Ya udah kalo gak percaya!."
Lalu Udin berteriak lagi ke arah musholah.
"Pak Haji, cuma dikasih sebelah sama Lela,,,"
"Lela... buruan kasih, jangan cuma sebelah, kasih dua-duanya,,,," teriak Pak Haji dengan nada lebih tinggi.
Mendengar ayahnya semakin marah, Lela jadi percaya saja. Udin berhasil mencium pipikiri dan kanan Lela. Rencana yang dipikirkan berbulan-bulan ternyata berjalan lancar. Udin segera kembali ke musholah dan memberikan sandal yang sejak tadi disembunyikannya.

wkwkwkwkwk......
Humor ini mungkin saja sudah pernah kita dengar sejak SD, tapi baru sadar ternyata hikmahnya dalam.Kisah ini terlihat konyol tapi itu sebenarnya mewakili kehidupan kita saat ini.Dunia saat ini penuh dengan manipulasi.
Udin berhasil memanipulasi kepercayaan.Ia memanipulasi kepercayaan Pak haji kepadanya. Ia memanipulasi kepercayaan Lela pada ayahnya dan ia mendapatkan keuntungan dari manipulasi yang ia lakukan.

Kenapa tokohnya Udin?
Udin sebenarnya nama baik berasal dari kata Addin (Agama), tapi justru di situ masalahnya.
Orang yang memanipulasi kita di dunia nyata justru tidak tampil bertato, gondrong, berotot atau membawa senjata.Orang yang akan memanipulasi kita mungkin ada yang berpeci, bersorban dan terlihat alim. Ada juga yang berdasi, bermobil dan bertutur kata baik. Ada juga yang berwujud caleg atau politisi. Ada yang menipu dengan pendekatan investasi, kerja sama bisnis atau pendekatan lain yang terlihat hebat. Mereka datang seolah datang sebagai dewa penolong yang ingin menolong kita yang sedang dalam keadaan lemah. Karena itu jangan mudah percaya, jangan mudah terpedaya.

Apa yang membuat Lela terpedaya?
Lela sebenarnya adalah korban salah parenting.
Banyak orang tua yang mendidik anaknya untuk patuh pada orang tua, padahal inti parenting bukan itu. Anak harus patuh pada orang tua karena orang tua mengajak pada kebaikan dan kebenaran, jadi sebenarnya yang harus dipatuhi anak adalah kebaikannya dan kebenarannya. Jika anak dilatih patuh pada kebenaran, maka ia diberi kebebasan untuk menentang atau mengkritik orang tua ketika orang tua bertindak tidak benar.
Ini ideal, tapi banyak orang tua yang tidak mau sepenuhnya terbuka menerima
kritik. Hasilnya seperti Lela, ia tahu itu salah, ia sadar ada yang aneh, tapi karena takut atau percaya buta pada orang tua ia menjadi korban manipulasi.

Nah kini saatnya kita menyiapkan diri untuk tidak jadi korban manipulasi orang
lain atau lembaga apapun. Agar tidak jadi korban kejahatan atau manipulasi, kita juga harus tahu cara berpikir orang jahat atau manipulator.
Dan kita juga harus menyiapkan anak-anak kita agar tidak menjadi korban.

Dunia ini tidak sempurna, itu kenyataaannya.
Pilihannya mengambil segala kebaikan dan menghindari segala kekejaman dunia, atau terbawa arus menjadi korbannya.

PENSIL...!!!


Seorang anak bertanya kepada neneknya yg sedang menulis sebuah surat.

"Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya,,,? atau tentang aku,,,?" Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, "Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yg lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai."

"Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti" ujar si nenek lagi.

Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yg istimewa dari pensil yg nenek pakai. "Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yg lainnya." Ujar si cucu. Si nenek kemudian menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini." "Pensil ini mempunyai 5 kualitas yg bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini." Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.

"Kualitas pertama,

Pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yg selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya".

"Kualitas kedua,

Dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yg akan membuatmu menjadi orang yg lebih baik".

"Kualitas ketiga,

Pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yg jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar".

"Kualitas keempat,

Bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yg ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu".

"Kualitas kelima,

Adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yg kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan".

KISAH BERPISAHNYA ROH DARI JASAD...

"

Dalam sebuah hadisth daripada Aisyah r.a katanya, "Aku sedang duduk bersila di dalam rumah. Tiba-tiba Rasulullah S.A.W datang dan masuk sambil memberi salam kepadaku. Aku segera bangun karena menghormati dan memuliakannya sebagaimana kebiasaanku di waktu baginda masuk ke dalam rumah. Nabi S.A.W bersabda, "Duduklah di tempat duduk, tidak usahlah berdiri, wahai Ummul Mukminin." Maka Rasulullah S.A.W duduk sambil meletakkan kepalanya di pangkuanku, lalu baginda berbaring dan tertidur.

Maka aku hilangkan uban pada janggutnya, dan aku dapat 19 rambut yang sudah putih. Maka terfikirlah dalam hatiku dan aku berkata, "Sesungguhnya baginda akan meninggalkan dunia ini sebelum aku sehingga tetaplah satu umat yang ditinggalkan olehnya nabinya." Maka aku menangis sehingga mengalir air mataku jatuh menitis pada wajah baginda.

Baginda terbangun dari tidurnya seraya bertanya, "Apakah sebabnya sehingga engkau menangis wahai Ummul Mukminin?" Masa aku ceritakan kisah tadi kepadanya, lalu Rasulullah S.A.W bertanya, "Keadaan bagaimanakah yang hebat bagi mayat?" Kataku, "Tunjukkan wahai Rasulullah!"

Rasulullah S.A.W berkata, "Engkaulah katakan!," Jawab Aisyah r.a : "Tidak ada keadaan lebih hebat bagi mayat ketika keluarnya mayat dari rumahnya di mana anak-anaknya sama-sama bersedih hati di belakangnya. Mereka sama-sama berkata, "Aduhai ayah, aduhai ibu! Ayahnya pula mengatakan: "Aduhai anak!"

Rasulullah S.A.W bertanya lagi: "Itu juga termasuk hebat. Maka, manakah lagi yang lebih hebat daripada itu?" Jawab Aisyah r.a : "Tidak ada hal yang lebih hebat daripada mayat ketika ia diletakkan ke dalam liang lahad dan ditimbuni tanah ke atasnya. Kaum kerabat semuanya kembali. Begitu pula dengan anak-anak dan para kekasihnya semuanya kembali, mereka menyerahkan kepada Allah berserta dengan segala amal perbuatannya." Rasulullah S.A.W bertanya lagi, "Adakah lagi yang lebih hebat daripada itu?" Jawab Aisyah, "Hanya Allah dan Rasul-Nya sahaja yang lebih tahu."

Maka bersabda Rasulullah S.A.W : "Wahai Aisyah, sesungguhnya sehebat-hebat keadaan mayat ialah ketika orang yang memandikan masuk ke rumahnya untuk memandikannya. Maka keluarlah cincin di masa remaja dari jari-jarinya dan ia melepaskan pakaian pengantin dari badannya. Bagi para pemimpin dan fuqaha, sama melepaskan serban dari kepalanya untuk dimandikan.

Di kala itu rohnya memanggil, ketika ia melihat mayat dalam keadaan telanjang dengan suara yang seluruh makhluk mendengar kecuali jin dan manusia yang tidak mendengar. Maka berkata roh, "Wahai orang yang memandikan, aku minta kepadamu karena Allah, lepaskanlah pakaianku dengan perlahan-lahan sebab di saat ini aku berehat dari kesakitan sakaratul maut." Dan apabila air disiram maka akan berkata mayat, "Wahai orang yang memandikan akan roh Allah, janganlah engkau menyiram air dalam keadaan yang panas dan janganlah pula dalam keadaan sejuk kerana tubuhku terbakar dari sebab lepasnya roh," Dan jika mereka memandikan, maka berkata roh: "Demi Allah, wahai orang yang memandikan, janganlah engkau gosok tubuhku dengan kuat sebab tubuhku luka-luka dengan keluarnya roh."

Apabila telah selesai dari dimandikan dan diletakkan pada kafan serta tempat kedua telapaknya sudah diikat, maka mayat memanggil, "Wahai orang yang memandikanku, janganlah engkau kuat-kuatkan dalam mengafani kepalaku sehingga aku dapat melihat wajah anak-anakku dan kaum keluargaku sebab ini adalah penglihatan terakhirku pada mereka. Adapun pada hari ini aku dipisahkan dari mereka dan aku tidak akan dapat berjumpa lagi sehingga hari kiamat."

Apabila mayat dikeluarkan dari rumah, maka mayat akan menyeru, "Demi Allah, wahai jemaahku, aku telah meninggalkan isteriku menjadi janda, maka janganlah kamu menyakitinya. Anak-anakku telah menjadi yatim, janganlah menyakiti mereka. Sesungguhnya pada hari ini aku akan dikeluarkan dari rumahku dan meninggalkan segala yang kucintai dan aku tidak lagi akan kembali untuk selama-lamanya."

Apabila mayat diletakkan ke dalam keranda, maka berkata lagi mayat, "Demi Allah, wahai jemaahku, janganlah kamu percepatkan aku sehingga aku mendengar suara ahliku, anak-anakku dan kaum keluargaku. Sesungguhnya hari ini ialah hari perpisahanku dengan mereka sehingga hari kiamat.

siapakah kita...???


Siapakah orang yang sibuk ?
Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu solatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s

Siapakah orang yang miskin ?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada selalu menumpuk-numpukkan harta.

Siapakah orang yang rugi ?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk beribadah dan amal-amal kebaikan.


Siapakah orang yang tertipu ?
Orang yang tertipu adalah mereka yang menyangka akan membawa nikmat dunia ke alam kuburnya, atau mereka yang merasa hidup cuma di alam dunia saja. Setiap nikmat serta anugrah Allah tidak mampu mendekatkan dirinya kepada Ilahi, akan tetapi dia justru lupa dan lalai untuk bersyukur.

Siapakah orang yang sengsara ?
Orang yang sengsara ialah orang iri hati dan dengki akan nikmat saudaranya. Setiap orang lain senang karena anugrah Allah, dia justru makin sempit hatinya karena ketidakpuasan jiwa.

Siapakah orang yang bangkrut ?
Orang yang bangkrut adalah orang yang pahala amal shalihnya habis untuk menutupi keburukan akhlaknya kepada sesama.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit ?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas ?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan sejauh mata memandang.

Siapakah orang yang paling cantik ?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang paling baik.

Siapakah orang yang manis senyumanya ?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata,"Ya Rabb, Aku ridha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.

Siapakah orang yang memiliki mata paling indah ?
Orang yang memiliki mata terindah adalah mata yang banyak menangis karena Tuhannya. Mereka takut akan dosa dan azab siksa-Nya, mereka mengharap belai kasih dan maaf-Nya, dan mereka cinta dan rindu akan perjumpaan dengan-Nya.

Siapakah orang yang kaya ?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.

Siapakah orang yang mempunyai akal ?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.

Siapakah orang yang bahagia ?
Orang yang bahagia adalah mereka yang tidur di malam ini dengan tidak membawa beban dalam hatinya. Mereka memaafkan kejahilan saudaranya dan melapangkan urusan sesamanya

Rabu, 13 Juli 2011

cinta dalam islam




Ingatkah saat Anda dulu jatuh cinta? Atau mungkin saat ini Anda tengah
mengalaminya? Itulah yang sedang terjadi pada salah seorang sahabat saya.
Akhir-akhir ini tingkah lakunya berubah drastis. Ia jadi suka termenung
dan matanya sering menerawang jauh. Jemari tangannya sibuk ketak-ketik di
atas tombol telpon genggamnya, sambil sesekali tertawa renyah, berbalas
pesan dengan pujaan hatinya. Di lain waktu dia uring-uringan, namun begitu
mendengar nada panggil polyphonic dari alat komunikasi kecil andalannya
itu, wajahnya seketika merona. Lagu-lagu romantis menjadi akrab di
telinganya. Penampilannya pun kini rapi, sesuatu yang dulu luput dari
perhatiannya. Bahkan menurutnya nuansa mimpi pun sekarang lebih
berbunga-bunga. Baginya semuanya jadi tampak indah, warna-warni, dan wangi
semerbak.

Lebih mencengangkan lagi, di apartemennya bertebaran buku-buku karya
Kahlil Gibran, pujangga Libanon yang banyak menghasilkan masterpiece
bertema cinta. Tak cuma menghayati, kini dia pun menjadi penyair yang
mampu menggubah puisi cinta. Sesekali dilantunkannya bait-bait syair.
"Cinta adalah kejujuran dan kepasrahan yang total. Cinta mengarus lembut,
mesra, sangat dalam dan sekaligus intelek. Cinta ibarat mata air abadi
yang senantiasa mengalirkan kesegaran bagi jiwa-jiwa dahaga."

Saya tercenung melihat cintanya yang begitu mendalam. Namun, tak urung
menyeruak juga sebersit kontradiksi yang mengusik lubuk hati. Sebagai
manusia, wajar jika saya ingin merasakan totalitas mencintai dan dicintai
seseorang seperti dia. Tapi bukankah kita diwajibkan untuk mencintai Allah
lebih dari mencintai makhluk dan segala ciptaan-Nya?

Lantas apakah kita tidak boleh mencintai seseorang seperti sahabat saya
itu? Bagaimana menyikapi cinta pada seseorang yang tumbuh dari lubuk hati?
Apakah cinta itu adalah karunia sehingga boleh dinikmati dan disyukuri
ataukah berupa godaan sehingga harus dibelenggu? Bagaimana sebenarnya
Islam menuntun umatnya dalam mengapresiasi cinta? Tak mudah rasanya
menemukan jawaban dari kontroversi cinta ini.

Alhamdulillah, suatu hari ada pencerahan dari tausyiah dalam sebuah
majelis taklim bulanan. Islam mengajarkan bahwa seluruh energi cinta
manusia seyogyanya digiring mengarah pada Sang Khalik, sehingga cinta
kepada-Nya jauh melebihi cinta pada sesama makhluk. Justru, cinta pada
sesama makhluk dicurahkan semata-mata karena mencintai-Nya. Dasarnya
adalah firman Allah SWT dalam QS Al Baqarah 165, "Dan di antara manusia
ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka
mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang
beriman amat sangat cintanya kepada Allah."

Jadi Allah SWT telah menyampaikan pesan gamblang mengenai perbedaan dan
garis pemisah antara orang-orang yang beriman dengan yang tidak beriman
melalui indikator perasaan cintanya. Orang yang beriman akan memberikan
porsi, intensitas, dan kedalaman cintanya yang jauh lebih besar pada
Allah. Sedangkan orang yang tidak beriman akan memberikannya justru kepada
selain Allah, yaitu pada makhluk, harta, atau kekuasaan.

Islam menyajikan pelajaran yang berharga tentang manajemen cinta; tentang
bagaimana manusia seharusnya menyusun skala prioritas cintanya. Urutan
tertinggi perasaan cinta adalah kepada Allah SWT, kemudian kepada
Rasul-Nya (QS 33: 71). Cinta pada sesama makhluk diurutkan sesuai dengan
firman-Nya (QS 4: 36), yaitu kedua orang ibu-bapa, karib-kerabat (yang
mahram), anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan
tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya. Sedangkan
harta, tempat tinggal, dan kekuasaan juga mendapat porsi untuk dicintai
pada tataran yang lebih rendah (QS 9: 24). Subhanallah!

Perasaan cinta adalah abstrak. Namun perasaan cinta bisa diwujudkan
sebagai perilaku yang tampak oleh mata. Di antara tanda-tanda cinta
seseorang kepada Allah SWT adalah banyak bermunajat, sholat sunnah,
membaca Al Qur'an dan berdzikir karena dia ingin selalu bercengkerama dan
mencurahkan semua perasaan hanya kepada-Nya. Bila Sang Khaliq memanggilnya
melalui suara adzan maka dia bersegera menuju ke tempat sholat agar bisa
berjumpa dengan-Nya. Bahkan bila malam tiba, dia ikhlas bangun tidur untuk
berduaan (ber-khalwat) dengan Rabb kekasihnya melalui shalat tahajjud.
Betapa indahnya jalinan cinta itu!

Tidak hanya itu. Apa yang difirmankan oleh Sang Khaliq senantiasa
didengar, dibenarkan, tidak dibantah, dan ditaatinya. Kali ini saya baru
mengerti mengapa iman itu diartikan sebagai mentaati segala perintah-Nya
dan menjauhi segala larangan-Nya. Seluruh ayat-Nya dianggap sebagai
sesuatu yang luar biasa sehingga seseorang yang mencintai-Nya merasa
sanggup berkorban dengan jiwa, raga, dan harta benda demi membela
agama-Nya.

Totalitas rasa cinta kepada Allah SWT juga merasuk hingga sekujur roh dan
tubuhnya. Dia selalu mengharapkan rahmat, ampunan, dan ridha-Nya pada
setiap tindak-tanduk dan tutur katanya. Rasa takut atau cemas selalu
timbul kalau-kalau Dia menjauhinya, bahkan hatinya merana tatkala
membayangkan azab Rabb-nya akibat kealpaannya. Yang lebih dahsyat lagi,
qalbunya selalu bergetar manakala mendengar nama-Nya disebut. Singkatnya,
hatinya tenang bila selalu mengingat-Nya. Benar-benar sebuah cinta yang
sempurna... Puji syukur ya Allah, saya menjadi lebih paham sekarang! Cinta
memang anugerah yang terindah dari Maha Pencipta. Tapi banyak manusia
keliru menafsirkan dan menggunakannya. Islam tidak menghendaki cinta
dikekang, namun Islam juga tidak ingin cinta diumbar mengikuti hawa nafsu
seperti kasus sahabat saya tadi.

Jika saja dia mencintai Allah SWT melebihi rasa sayang pada kekasihnya.
Bila saja pujaan hatinya itu adalah sosok mukmin yang diridhai oleh-Nya.
Dan andai saja gelora cintanya itu diungkapkan dengan mengikuti
syariat-Nya yaitu bersegera membentuk keluarga sakinah, mawaddah, penuh
rahmah dan amanah... Ah, betapa bahagianya dia di dunia dan akhirat...

Alangkah indahnya Islam! Di dalamnya ada syariat yang mengatur bagaimana
seharusnya manusia mengelola perasaan cintanya, sehingga menghasilkan
cinta yang lebih dalam, lebih murni, dan lebih abadi. Cinta seperti ini
diilustrasikan dalam sebuah syair karya Ibnu Hasym, seorang ulama
sekaligus pujangga dan ahli hukum dari Andalusia Spanyol dalam bukunya
Kalung Burung Merpati (Thauqul Hamamah), "Cinta itu bagaikan pohon,
akarnya menghujam ke tanah dan pucuknya banyak buah." Wallahua'lam
bish-showab.

Jumat, 01 Juli 2011

CERITA HARI INI.../// istighfar....

dalam sebuah telpun.....

ME : "call/dial/ dan sebagainyalah....
OP : ",, nomor yang anda tuju sedang dialihklan,,,
jika anda seorang pendendam segera gantian alihkan...
Me : ,,,,,...???? (bingung, heran,, gak karuan.... banting hape di kasur,,,
OP : " yaa sayyid....!!!
innallaha ma'ash shobirin.... "sesungguhnya Allah bersama orang2 yang sabar"..
OP : " dan selamat,,, hari ini anda masuk dalam golongan orang2 yang memakasi sifat
syaithoonirrojim....!! tuuuuttt.....TUUTTH...
ME : " lemes,,, takut,,, diem aja,, ngelamun,, en kagak percaya... !!!
istighfar,,, sambil ngeliatin hape rusak apa kagak,,, ternyata hape pecah
layar LCD nya karna kepental trs jatuh ke lantai....

astagfirullah,,,, ya rabb... mohon ampun diriku,,,
yang gak bisa sabar ngadepin diri sendiri,,,
beruntung Allah masih ngejewer aku..
gak kebayang kalau Allah motong hatiku yg nggak sabaran ini...
mohon ampun aku...

satu kata
yg mungkin sering aq lalaikan

Ampuni aq rabbi..
Hamba mohon ampun padaMU

selalu terucap dari bibir yang Engkaw anugerahi
namun ..
miskin makna dalam hatiku

Rabbi, hamba mohon ampun padaMU

Yaaa...terkadang tidak ditemani rasa taqwa,
rasa takut,
rasa harap dan
rasa cinta sesungguhnya kepadaMU,

Rabbi, hamba mohon ampun padaMU

aq cinta..
tapi tak berbuat selayaknya seorang pecinta kepada yang dicintainya
ya..cintaku hanya dimulut saja

Ampuni hamba Rabbi..

Sungguh, aq mencintaiMU dgn segala jiwa lemah, jiwa hamba yg hamba punya
maka..kuatkan hamba
Sungguh, aq mencintaiMU setiap detik, setiap helah nafas yg Engkaw beri..
maka, jgn pernah tinggalkan aq tuk kuat di jalan ini..

Ampuni hamba Rabbi..

Sungguh...aq sangat mencintaiMU
aq yg masih terbata dalam merealisasikan cintaku padaMU..


Ampuni aq rabbku..

AR RUHUL JADID...!!

Arruhul jadid fi jasadil ummah..
Hai mujahid luluh lantakkan jiwa pendosa..

Kami petualang mencari kebenaran..
Mencari makna serta hakikat manusia..
Kami berjuang menegakkan kehormatan..
Hidup mulia atau mati sebagai syuhada..

Kami berbekal alquran hakiki..
Meneruskan cita dan risalah para nabi..
Kami sandang julukan generasi ghuraba..
Biar saatnya datang kami pimpin dunia..

Kami semangat baru siap maju hancur semua musuh..
Kami tentara Alloh siap korbankan harta bahkan jiwa..

Kami serahkan semua hidup pada Alloh..
Kami tekadkan tuk ikuti rasulullah..
Usung panji ilahi iman kuat membaja..
Hadapi tirani bebaskan umat dunia..

Rabu, 29 Juni 2011

HAKIKAT MURABBI...



Murabbi adalah ….
seorang da’i yang mengajak pada kebenaran..
seorang ibu yang mendidik anak-anaknya ..
seorang ayah yang memberi nafkah ilmu & keteladanan ..
seorang kakak yang sabar bagi adiknya yang manja ..
seorang teman yang peduli di kala susah..
seorang sahabat curhat yang mau mendengar keluh kesah ..
seorang ‘alim yang zuhud dan tawadhu’ ..
seorang ‘abid yang ta’at dan istiqamah ..
seorang marketing yang menawarkan dagangan tauhid & sunnah ..
seorang orator yang lantang menyuarakan Al-Haq ..
seorang pemimpin yang jujur dan amanah ..

Yaa ayyuhal IKHWAH !!!
engkau belumlah bisa menjadi Murabbi jika engkau …

tidak punya visi dalam berdakwah ..
tidak sabar dalam menghadapi masalah ..
tergesa-gesa dalam menilai seseorang ..
berkeluh kesah dalam menghadapi tantangan ..
bermuram durja dalam menerima kritikan ..
senantiasa tenggelam dalam kemaksiatan ..
tidak istiqamah dalam beribadah ..
tidak mau berkorban harta, jiwa, tenaga, waktu & pikiran dalam perjuangan ini ..
tidak mau berjama’ah dalam menegakkan dien ini ..

Ayyuhal IKHWAH …
engkau akan menjadi Murabbi …
engkau harus menjadi Murabbi !
Suatu saat, engkau pasti akan menjadi Murabbi ..maka persiapkanlah wahai Saudaraku.

Jumat, 24 Juni 2011

risau...??



Hingga malam semakin larut
Aku masih tak penat juga
Menegur jalan yang kita tempuh
sekedar menepis rasa gelisah

Walau diri berhias senyum
Namun Hati tak pernah tentram
Dan sering datang perasaan lain
Tentang kejujuranmu kepadaku

Setinggi apa kita mampu mendaki
Rasa cinta kasih dan kesungguhan
Namun bila hati jadi terpisah
Beri Kepastian agar ku tebus semua

Ku akui kesalahanku
aku selalu ingin memiliki
Dan engkau pun tak pernah terbuka
Untuk menghalang segala prasangka

Rabu, 08 Juni 2011

seribu kota_mencari, menunggu...//




seribu kota tlah kulalui...
seribu hati tlah ku coba ku tanya...
namun semua..
tak da yang tau...
pergimu entah kemana..
beberapa tahun ini aku selalu mencarimu..
hingga saat ini belum juga ku temukan..

pernah ku mencoba...
untuk melupakan namamu...
dari hatiku... dari hati ini...
namun sebenernya tak pernah sedikitpun aku untuk berbohong....
aku sungguh masih sayang kamu...

seandainya engkau telah milik yang lain...
rela... ya mungkin aku rela...
namun satu permintaanku...
aku sungguh ingin ketemu..
walau mungkin hanya sekedip mata...
mungkin bisa ku jadikan sebagai obat rindu di dada ini..

pernah ku mencoba...
untuk melupakan namamu...
dari hatiku... dari hati ini...
namun sebenernya tak pernah sedikitpun aku untuk berbohong....
aku sungguh masih sayang kamu...

seandainya engkau telah milik yang lain...
rela... ya mungkin aku rela...
namun satu permintaanku...
aku sungguh ingin ketemu..
walau mungkin hanya sekedip mata...
mungkin bisa ku jadikan sebagai obat rindu di dada ini..

walau mungkin hanya sekedip mata...
mungkin bisa ku jadikan sebagai obat rindu di dada ini..

"isw_

Senin, 06 Juni 2011

cita...//





P.E.N.G.E.N J.A.D.I U.S.T.A.D.Z.

D.A.K.W.A.H.

D.A.K.W.A.H.

D.A.K.W.A.H.

*gak peduli, sampe mati berjuang dijalan Allah...!!!

we are broken,,,///



I am outside..
And I've been waiting for the sun..
With my wide eyes..
I've seen worlds that don't belong..
My mouth is dry with words I cannot verbalize..
Tell me why we live like this..


Keep me safe inside..
Your arms like towers..
Tower over me..


Yeah..///
'Cause we are broken..
What must we do to restore..
Our innocence..
And oh, the promise we adored..
Give us life again..
'Cause we just wanna be whole..


Lock the doors..
Cause I'd like to capture this voice..
It came to me tonight..
So everyone will have a choice..
And under red lights..
I'll show myself it wasn't forged..
We're at war..
We live like this..


Keep me safe inside..
Your arms like towers..
Tower over me..


'Cause we are broken..
What must we do to restore..
Our innocence..
And oh, the promise we adored..
Give us life again..
'Cause we just wanna be whole..


Tower over me..
Tower over me..

And I'll take the truth at any cost..


'Cause we are broken..
What must we do to restore..
Our innocence..
And oh, the promise we adored..
Give us life again..
'Cause we just wanna be whole..

pagi...//



membuka jendela...
membuka pintu...
terhirup udara bayi itu lagi...
namun mataku terasa tak rela untuk belajar melihat...
entah apa yg merayunya,, mungkin udara bayi itu,, dan mungkin kesendirianku...

terdengar sebuah nyanyian pemujaan kepadaNya...
indah.. syahdu.. dan membuat jiwa ini malu karna tak pernah lagi menyanyikannya..
seperti apakah aku ini ya Rabb...?
atau siapakah aku ni ya Rabb...??

kupalingkan wajah geming ini dari singgasana pengakuan...
sebelum aku berkata aku pecah... yaa...// aku pecah...


aku harus berhenti dengan semuanya...
aku kan malu dengan sang kekuatanku yg membuatku bertahan..

tapi...
waaaww... kadang terasa sesak didada...
semua harus kulupa dengan asa...
sudahlah... aku tak ingin melukai mimpi milikku..


dipagi ini...
ku begitu lancar memerintah jemari ini berlayar disetiap huruf...
mengikis satu demi satu abjad yg tak tau siapa yg memiliki..
tanpa tujuan,, tanpa makna...
karna semua terlalu sulit untukku...

aku ingin pergi dari sunyi ini..
aku ingin pergi dari sepi ini..
aku ingin pergi dari hayal ini..
aku ingin pergi dari sia-sia ini..
aku ingin pergi dari jiwa yg racuh ini..

pergi untuk tinggalkan semua..
karna aku tak mikili siapa2..
pagi ini... mulai akan meruntuhkanku lagi..

Minggu, 05 Juni 2011

Paramore - We Are Broken [Lyrics]

SANG BUNDA..... (love u bunda)


aku di lahirkan dalam lafaz do'a yang engkau ucapkan...
aku dibesarkan dalam belaian kasih sayang yang membuncah....
dan kini....
aku berada di ruang2 semesta....
menunggu untuk membisikkan bahasa cinta untukmu...

aku pernah terlelap dalam pelukan waktu yang sunyi....
yang perlahan mengikisku dalam ketidaksempurnaan ini....
aku tetap tak terjaga....
dalam sunyi....
sepi....
dan keheningan...

hingga pada saatnya....
alunan simfonimu yang memberiku kebijaksanaan
dalam setiap malam2ku...
dan engkau mulai membisikkan kehangatan tutur kata yang engkau pancarkan....

air mataku mulai sendu...
bagai tetes embun yang mengiringi datangnya fajar...
dan ku akan berkata "aku berani memecah sunyi" ...

seketika itu engkau akan hadir disini....
dan lantang membisikkan sanubari...

".....anakku..... engkau akan sampai di ujung jalan...
bergegaslah.... disetiap langkahmu... haturan doaku tak kan pernah lepas...
bahkan sampai aku tak mendengarmu lagi....."

Reflections heart for you mom ...

mengingat_Nya......



Aku mati sebagai mineral...

dan menjelma sebagai tumbuhan...

aku mati sebagai tumbuhan...

dan lahir kembali sebagai binatang...

Aku mati sebagai binatang dan kini manusia...

Kenapa aku harus takut?

Maut tidak pernah mengurangi sesuatu dari diriku...



Sekali lagi,..

aku masih harus mati sebagai manusia,..

dan lahir di alam para malaikat...

Bahkan setelah menjelma sebagai malaikat,..

aku masih harus mati lagi..

Karena, kecuali Tuhan,

tidak ada sesuatu yang kekal abadi...




Setelah kelahiranku sebagai malaikat,..

aku masih akan menjelma lagi..

dalam bentuk yang tak kupahami...

Ah, biarkan diriku lenyap,..

memasuki kekosongan, kasunyataan..

Karena hanya dalam kasunyataan itu..

terdengar nyanyian mulia..




"Kepada Nya, kita semua akan kembali"

Selembar kisah yang pernah dialami bersama...

Melahirkan benih-benih kesedihan dan kebahagiaan jiwa...

Yang terasa di alami dengan titik-titik hangat...

Serta dinginnya sifat "diam"...



Pernahkah kita bermimpi untuk menciptakan kata "maaf"....???

Mencoba bertanya pada detik-detiknya lelap...

Atau pada lembar-lembar almanak yang beterbangan...

Ahhh.....

Semua jawab terasa galau...

Tanpa ada kontemplasi yang dijelaskan waktu...



Hmmm....

Di ujung penghabisan kalimat-kalimat sunyi ini...

Sedikit arti yang mungkin masuk di balik kehidupan....

Kita rasakan saat hilang menyapa....

Sakit yang menemani...

Dan lupa yang menyerupai...



Heyyy,,, Aku dan kita....

Di semua kekeliruan...

Di semua kekilafan... dan

Di semua dari sifat yang salah....

Akhiri dengan kenyataan mimpi yang menjawab kerisauan...

Meski hanya dengan alunan simfoni maaf sederhanamu...




Semoga maaf ini menjadi amanah...

setelah...



Sore itu dia dengan mudahnya tertawa...

Seperti mengunyah semua jeruji-jeruji yang menusuk kebijaksanaannya....

Disatu sisi dia juga menangis...

Karna kesedihan dan sepi yang diciptakan gerimis....

Hanya sebuah gambaran jiwanya yg terbungkus kertas putih penuh debu...



Kini di awal sebuah malam...

Dia coba bertahan sebelum terhapus hening....

Ia coba bernyanyi dengan syair yang diciptakan waktu...

Berharap malam tak segera di sambut pagi...

Dan perlahan menunggu kemengertian ....



Ia sandarkan tubuh pada sebatas dinding batu...

Memegang kaca yang basah oleh rintikan hujan...

Dan menuliskan kata "SETELAH" pada bidang kaca itu....

Lalu ia pun pergi dengan gemingnya...



Jangan butakan aku pada sebuah sisi.....

Pada setiap arah yang telah ku susun....

Pada setiap detik yang telah terbuang...

Meskipun aku diam tenang bagai ikan...

Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan...

Kau yang telah menutup rapat bibirku...



Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu...

Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu...

Bagai unta memahah biak makanannya...

Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa....



Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara...

Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata....

Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi...

Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi...



setelah....

Rasa manis yang tersembunyi....

Ditemukan dalam kerendahan ini....

lentera cintamu



Seribu kali ku coba menghindari..

Seribu kali ku coba tak kembali..

Namun langkahku menjadi kian pasti..

Menatap bayangmu dalam cinta yang semu..


Seribu kali ku menatap gambarmu..

Seribu kali ku menyebut namamu..

Hasrat padamu kian mendesak kalbu..

Namun selalu aku merasakan tak mampu..



Kemana ku harus melangkah..

Jejakmu samar-samar ku ikuti..

Kemana ku harus melangkah..

Cintamu terlalu sulit untukku..


Terangilah kasih lentera cintamu itu..

Agar ku tak jatuh dalam kegelapan..

Agar ku tak jatuh dalam kegelapan..

Suatu ketika, Muadz b Jabal ra menghadap Rasulullah saw dan bertanya: "Wahai Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: "Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris." (QS An-Naba':18)"

Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: "Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris."

Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut.....

Barisan Pertama

Digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kedua

Digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan sholat,maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Ketiga

Mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. "Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Keempat

Digiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancuran keluar dari mulut mereka. "Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual beli, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kelima

Digiring dari kubur dengan bau busuk dari bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. "Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula merasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Keenam

Digiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. "Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Ketujuh

Digiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. "Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kedelapan

Digiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. "Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kesembilan

Digiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. "Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kesepuluh

Digiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. "Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kesebelas

Digiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. "Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kedua Belas

Mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: "Mereka adalah orang yang beramal saleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu,ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat ampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih..."


Semoga kita semua di saf yang Ke-12 yang mendapat rahmat dari Allah SWT. Aamiin...

SERENADA....


Aku ingin nyanyikan lagu...

Buat orang orang yang tertindas...

Hidup di alam bebas...

Dengan jiwa yang terpapas...



Kenapa harus takut pada matahari...

Kepakkan tangan dan halau setiap panasnya...

Kenapa harus takut pada malam hari..

Nyalakan api dalam hati usiri segala kelamnya...



Aku ingin nyanyikan lagu...

Bagi kaum kaum yang terbuang...

Kehilangan semangat juang..

Terlena dalam mimpi panjang...

Di tengah hidup yang bimbang...



Di lorong lorong jalan...

Di kolong kolong jembatan...

Di kaki kaki lima...

Di bawah menara...

Kau masih mendekap derita...



Aku ingin nyanyikan lagu...

Tanpa kemiskinan dan kemunafikan...

Tanpa air mata dan kesengsaraan...

Agar dapat melihat surga...

Agar dapat melihat surga..

hari ini aku amnesia...

lupa.......
yaaahh... itulah yg kurasain sekarang...
(mudah2an besok sembuh)
semuanya serba lupa... makan lupa,, tidur lupa,, mandi juga lupa..
tapi sholat aku gak lupa lho...
mungkin saekarang fisikku udah sama kayak yg nongkrong di trotoar lampu merah...

kacang.... kacang...
(tukang kacang rebus lewat)
t.kacang : mau beli brapa mas...?
me : beli sepuluh ribu mas...
t. kacang : 2 kaleng ya mas....
me : nggak, tujkuh belas mas... ya iyalah 2 kaleng..

(kacang udah di tangan)

me : makasih ya mas...
t,kacang : eh,, mas jangan main pergi dunk,, bayar dulu...
me : astaghfirullah.. emang saya belum bayar ya mas...?
t. kacang : ya belum lah mas... sampean malah main kabur aja..
me : maaf deh mas...
(ngerogoh saku uang gak ada),, *bingung,,,

me : bntar ya mas...
t. kacang : cepetan donk.. ujan nih...
me : maaf mas uangnya ke tinggalan di kamar...
(langsung lari jemput uang sambil bawa kacang)
t.kacang : was ya kalo kabur.. ckckckckc .. *emosi :(
me : mas ini uangnya... (ngasih uang 5ribuan dua)
t.kacang : besok kalo gak da uang gak usah beli mas..
me : hehehehe.. maap mas..


ya rabb...
hilangkan lah segala keingatanku jika itu semua kehendakMU........
jangan biarkan hambamu ini menyakiti lainnya dengan kelalaianku...

*sampe ahir tulisan ini, aku masih sibuk nyari dimna kunci rumah ku letak...
afwan jiddan ya rab...

yang termiliki manusia

Sekalipun cinta tlah ku uraikan,
dan ku jelaskan panjang lebar...
Namun jika cinta ku datangi,
aku jadi malu pada keteranganku sendiri...


Meskipun lidahku tlah mampu menguraikan...
Namun tanpa lidah,cinta ternyata lebih terang...
Sementara pena begitu tergesa gesa menuliskannya...
Kata2 pecah berkeping keping...
Begitu sampai pada cinta..
Dalam menguraikan cinta,akal terbaring tak berdaya...
Bagaikan keledai terbaring dalam lumpur...
Cinta sendirilah yg menerangkan cinta dalam kisahnya...

ya Rabb... tolong aku jika jatuh cinta...

mimpi yang pernah menggema syahdu...

pagi dingin itu kembali mamaksa tulangku untuk merasakan nikmat tusukannya..
okeee... mungkin bisa menjadikan aku kuat dalam sebuah kedisiplinan hati...
kembali bermunajat kepadaMU ya Rabb...

namun...
topik kali ini lain dari sebelumnya..
yahhh... Rabb... tolong aku yg mungkin akan dan sedang jatuh cinta terhadap hawa ciptaan mu...

dan dengan pepatahnya.. :

Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah ia memberitahu bahwa ia mencintainya. (HR Abu Daud dan At-Tirmidzy).

huuuuuuuaaahh...
lalu... :

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikan-Nya di antaramu rasa cinta dan kasih sayang, (Ar-Ruum: 21)

awww... aku semakin menundukkan kepala,, terasa tak sanggup bila jatuh cinta yg tak bisa di ungkap...

ya rabb... tolong aku...
ya rabb... tolong aku...

masih hening,,, tapi aku juga tak mau diberi suguhan kata "cengeng" kalau air mata ini jatuh..


entahlah....
aku hanya takut... takbisa mencintai yg mengikuti segala fitrajmu ya rabb..

tshgs;djlieh SAH JSA/LKJ BFKAHFKAGS

AKHIR KATA ;

ku senantiasa teringat DIA yang berada di seberang negeri...
Duhai, apa engkau tau dengan diriku?
Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang hawa..
Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku.
Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya,
Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu....