Minggu, 05 Juni 2011
setelah...
Sore itu dia dengan mudahnya tertawa...
Seperti mengunyah semua jeruji-jeruji yang menusuk kebijaksanaannya....
Disatu sisi dia juga menangis...
Karna kesedihan dan sepi yang diciptakan gerimis....
Hanya sebuah gambaran jiwanya yg terbungkus kertas putih penuh debu...
Kini di awal sebuah malam...
Dia coba bertahan sebelum terhapus hening....
Ia coba bernyanyi dengan syair yang diciptakan waktu...
Berharap malam tak segera di sambut pagi...
Dan perlahan menunggu kemengertian ....
Ia sandarkan tubuh pada sebatas dinding batu...
Memegang kaca yang basah oleh rintikan hujan...
Dan menuliskan kata "SETELAH" pada bidang kaca itu....
Lalu ia pun pergi dengan gemingnya...
Jangan butakan aku pada sebuah sisi.....
Pada setiap arah yang telah ku susun....
Pada setiap detik yang telah terbuang...
Meskipun aku diam tenang bagai ikan...
Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan...
Kau yang telah menutup rapat bibirku...
Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu...
Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu...
Bagai unta memahah biak makanannya...
Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa....
Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara...
Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata....
Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi...
Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi...
setelah....
Rasa manis yang tersembunyi....
Ditemukan dalam kerendahan ini....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar