Rabu, 29 Juni 2011
HAKIKAT MURABBI...
Murabbi adalah ….
seorang da’i yang mengajak pada kebenaran..
seorang ibu yang mendidik anak-anaknya ..
seorang ayah yang memberi nafkah ilmu & keteladanan ..
seorang kakak yang sabar bagi adiknya yang manja ..
seorang teman yang peduli di kala susah..
seorang sahabat curhat yang mau mendengar keluh kesah ..
seorang ‘alim yang zuhud dan tawadhu’ ..
seorang ‘abid yang ta’at dan istiqamah ..
seorang marketing yang menawarkan dagangan tauhid & sunnah ..
seorang orator yang lantang menyuarakan Al-Haq ..
seorang pemimpin yang jujur dan amanah ..
Yaa ayyuhal IKHWAH !!!
engkau belumlah bisa menjadi Murabbi jika engkau …
tidak punya visi dalam berdakwah ..
tidak sabar dalam menghadapi masalah ..
tergesa-gesa dalam menilai seseorang ..
berkeluh kesah dalam menghadapi tantangan ..
bermuram durja dalam menerima kritikan ..
senantiasa tenggelam dalam kemaksiatan ..
tidak istiqamah dalam beribadah ..
tidak mau berkorban harta, jiwa, tenaga, waktu & pikiran dalam perjuangan ini ..
tidak mau berjama’ah dalam menegakkan dien ini ..
Ayyuhal IKHWAH …
engkau akan menjadi Murabbi …
engkau harus menjadi Murabbi !
Suatu saat, engkau pasti akan menjadi Murabbi ..maka persiapkanlah wahai Saudaraku.
Jumat, 24 Juni 2011
risau...??
Hingga malam semakin larut
Aku masih tak penat juga
Menegur jalan yang kita tempuh
sekedar menepis rasa gelisah
Walau diri berhias senyum
Namun Hati tak pernah tentram
Dan sering datang perasaan lain
Tentang kejujuranmu kepadaku
Setinggi apa kita mampu mendaki
Rasa cinta kasih dan kesungguhan
Namun bila hati jadi terpisah
Beri Kepastian agar ku tebus semua
Ku akui kesalahanku
aku selalu ingin memiliki
Dan engkau pun tak pernah terbuka
Untuk menghalang segala prasangka
Rabu, 08 Juni 2011
seribu kota_mencari, menunggu...//
seribu kota tlah kulalui...
seribu hati tlah ku coba ku tanya...
namun semua..
tak da yang tau...
pergimu entah kemana..
beberapa tahun ini aku selalu mencarimu..
hingga saat ini belum juga ku temukan..
pernah ku mencoba...
untuk melupakan namamu...
dari hatiku... dari hati ini...
namun sebenernya tak pernah sedikitpun aku untuk berbohong....
aku sungguh masih sayang kamu...
seandainya engkau telah milik yang lain...
rela... ya mungkin aku rela...
namun satu permintaanku...
aku sungguh ingin ketemu..
walau mungkin hanya sekedip mata...
mungkin bisa ku jadikan sebagai obat rindu di dada ini..
pernah ku mencoba...
untuk melupakan namamu...
dari hatiku... dari hati ini...
namun sebenernya tak pernah sedikitpun aku untuk berbohong....
aku sungguh masih sayang kamu...
seandainya engkau telah milik yang lain...
rela... ya mungkin aku rela...
namun satu permintaanku...
aku sungguh ingin ketemu..
walau mungkin hanya sekedip mata...
mungkin bisa ku jadikan sebagai obat rindu di dada ini..
walau mungkin hanya sekedip mata...
mungkin bisa ku jadikan sebagai obat rindu di dada ini..
"isw_
Senin, 06 Juni 2011
cita...//
P.E.N.G.E.N J.A.D.I U.S.T.A.D.Z.
D.A.K.W.A.H.
D.A.K.W.A.H.
D.A.K.W.A.H.
*gak peduli, sampe mati berjuang dijalan Allah...!!!
we are broken,,,///
I am outside..
And I've been waiting for the sun..
With my wide eyes..
I've seen worlds that don't belong..
My mouth is dry with words I cannot verbalize..
Tell me why we live like this..
Keep me safe inside..
Your arms like towers..
Tower over me..
Yeah..///
'Cause we are broken..
What must we do to restore..
Our innocence..
And oh, the promise we adored..
Give us life again..
'Cause we just wanna be whole..
Lock the doors..
Cause I'd like to capture this voice..
It came to me tonight..
So everyone will have a choice..
And under red lights..
I'll show myself it wasn't forged..
We're at war..
We live like this..
Keep me safe inside..
Your arms like towers..
Tower over me..
'Cause we are broken..
What must we do to restore..
Our innocence..
And oh, the promise we adored..
Give us life again..
'Cause we just wanna be whole..
Tower over me..
Tower over me..
And I'll take the truth at any cost..
'Cause we are broken..
What must we do to restore..
Our innocence..
And oh, the promise we adored..
Give us life again..
'Cause we just wanna be whole..
pagi...//
membuka jendela...
membuka pintu...
terhirup udara bayi itu lagi...
namun mataku terasa tak rela untuk belajar melihat...
entah apa yg merayunya,, mungkin udara bayi itu,, dan mungkin kesendirianku...
terdengar sebuah nyanyian pemujaan kepadaNya...
indah.. syahdu.. dan membuat jiwa ini malu karna tak pernah lagi menyanyikannya..
seperti apakah aku ini ya Rabb...?
atau siapakah aku ni ya Rabb...??
kupalingkan wajah geming ini dari singgasana pengakuan...
sebelum aku berkata aku pecah... yaa...// aku pecah...
aku harus berhenti dengan semuanya...
aku kan malu dengan sang kekuatanku yg membuatku bertahan..
tapi...
waaaww... kadang terasa sesak didada...
semua harus kulupa dengan asa...
sudahlah... aku tak ingin melukai mimpi milikku..
dipagi ini...
ku begitu lancar memerintah jemari ini berlayar disetiap huruf...
mengikis satu demi satu abjad yg tak tau siapa yg memiliki..
tanpa tujuan,, tanpa makna...
karna semua terlalu sulit untukku...
aku ingin pergi dari sunyi ini..
aku ingin pergi dari sepi ini..
aku ingin pergi dari hayal ini..
aku ingin pergi dari sia-sia ini..
aku ingin pergi dari jiwa yg racuh ini..
pergi untuk tinggalkan semua..
karna aku tak mikili siapa2..
pagi ini... mulai akan meruntuhkanku lagi..
Minggu, 05 Juni 2011
SANG BUNDA..... (love u bunda)
aku di lahirkan dalam lafaz do'a yang engkau ucapkan...
aku dibesarkan dalam belaian kasih sayang yang membuncah....
dan kini....
aku berada di ruang2 semesta....
menunggu untuk membisikkan bahasa cinta untukmu...
aku pernah terlelap dalam pelukan waktu yang sunyi....
yang perlahan mengikisku dalam ketidaksempurnaan ini....
aku tetap tak terjaga....
dalam sunyi....
sepi....
dan keheningan...
hingga pada saatnya....
alunan simfonimu yang memberiku kebijaksanaan
dalam setiap malam2ku...
dan engkau mulai membisikkan kehangatan tutur kata yang engkau pancarkan....
air mataku mulai sendu...
bagai tetes embun yang mengiringi datangnya fajar...
dan ku akan berkata "aku berani memecah sunyi" ...
seketika itu engkau akan hadir disini....
dan lantang membisikkan sanubari...
".....anakku..... engkau akan sampai di ujung jalan...
bergegaslah.... disetiap langkahmu... haturan doaku tak kan pernah lepas...
bahkan sampai aku tak mendengarmu lagi....."
Reflections heart for you mom ...
mengingat_Nya......
Aku mati sebagai mineral...
dan menjelma sebagai tumbuhan...
aku mati sebagai tumbuhan...
dan lahir kembali sebagai binatang...
Aku mati sebagai binatang dan kini manusia...
Kenapa aku harus takut?
Maut tidak pernah mengurangi sesuatu dari diriku...
Sekali lagi,..
aku masih harus mati sebagai manusia,..
dan lahir di alam para malaikat...
Bahkan setelah menjelma sebagai malaikat,..
aku masih harus mati lagi..
Karena, kecuali Tuhan,
tidak ada sesuatu yang kekal abadi...
Setelah kelahiranku sebagai malaikat,..
aku masih akan menjelma lagi..
dalam bentuk yang tak kupahami...
Ah, biarkan diriku lenyap,..
memasuki kekosongan, kasunyataan..
Karena hanya dalam kasunyataan itu..
terdengar nyanyian mulia..
"Kepada Nya, kita semua akan kembali"
Selembar kisah yang pernah dialami bersama...
Melahirkan benih-benih kesedihan dan kebahagiaan jiwa...
Yang terasa di alami dengan titik-titik hangat...
Serta dinginnya sifat "diam"...
Pernahkah kita bermimpi untuk menciptakan kata "maaf"....???
Mencoba bertanya pada detik-detiknya lelap...
Atau pada lembar-lembar almanak yang beterbangan...
Ahhh.....
Semua jawab terasa galau...
Tanpa ada kontemplasi yang dijelaskan waktu...
Hmmm....
Di ujung penghabisan kalimat-kalimat sunyi ini...
Sedikit arti yang mungkin masuk di balik kehidupan....
Kita rasakan saat hilang menyapa....
Sakit yang menemani...
Dan lupa yang menyerupai...
Heyyy,,, Aku dan kita....
Di semua kekeliruan...
Di semua kekilafan... dan
Di semua dari sifat yang salah....
Akhiri dengan kenyataan mimpi yang menjawab kerisauan...
Meski hanya dengan alunan simfoni maaf sederhanamu...
Semoga maaf ini menjadi amanah...
setelah...
Sore itu dia dengan mudahnya tertawa...
Seperti mengunyah semua jeruji-jeruji yang menusuk kebijaksanaannya....
Disatu sisi dia juga menangis...
Karna kesedihan dan sepi yang diciptakan gerimis....
Hanya sebuah gambaran jiwanya yg terbungkus kertas putih penuh debu...
Kini di awal sebuah malam...
Dia coba bertahan sebelum terhapus hening....
Ia coba bernyanyi dengan syair yang diciptakan waktu...
Berharap malam tak segera di sambut pagi...
Dan perlahan menunggu kemengertian ....
Ia sandarkan tubuh pada sebatas dinding batu...
Memegang kaca yang basah oleh rintikan hujan...
Dan menuliskan kata "SETELAH" pada bidang kaca itu....
Lalu ia pun pergi dengan gemingnya...
Jangan butakan aku pada sebuah sisi.....
Pada setiap arah yang telah ku susun....
Pada setiap detik yang telah terbuang...
Meskipun aku diam tenang bagai ikan...
Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan...
Kau yang telah menutup rapat bibirku...
Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu...
Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu...
Bagai unta memahah biak makanannya...
Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa....
Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara...
Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata....
Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi...
Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi...
setelah....
Rasa manis yang tersembunyi....
Ditemukan dalam kerendahan ini....
lentera cintamu
Seribu kali ku coba menghindari..
Seribu kali ku coba tak kembali..
Namun langkahku menjadi kian pasti..
Menatap bayangmu dalam cinta yang semu..
Seribu kali ku menatap gambarmu..
Seribu kali ku menyebut namamu..
Hasrat padamu kian mendesak kalbu..
Namun selalu aku merasakan tak mampu..
Kemana ku harus melangkah..
Jejakmu samar-samar ku ikuti..
Kemana ku harus melangkah..
Cintamu terlalu sulit untukku..
Terangilah kasih lentera cintamu itu..
Agar ku tak jatuh dalam kegelapan..
Agar ku tak jatuh dalam kegelapan..
Suatu ketika, Muadz b Jabal ra menghadap Rasulullah saw dan bertanya: "Wahai Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: "Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris." (QS An-Naba':18)"
Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: "Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris."
Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut.....
Barisan Pertama
Digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
Barisan Kedua
Digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan sholat,maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
Barisan Ketiga
Mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. "Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
Barisan Keempat
Digiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancuran keluar dari mulut mereka. "Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual beli, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
Barisan Kelima
Digiring dari kubur dengan bau busuk dari bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. "Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula merasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
Barisan Keenam
Digiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. "Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
Barisan Ketujuh
Digiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. "Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
Barisan Kedelapan
Digiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. "Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
Barisan Kesembilan
Digiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. "Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
Barisan Kesepuluh
Digiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. "Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
Barisan Kesebelas
Digiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. "Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
Barisan Kedua Belas
Mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: "Mereka adalah orang yang beramal saleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu,ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat ampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih..."
Semoga kita semua di saf yang Ke-12 yang mendapat rahmat dari Allah SWT. Aamiin...
SERENADA....
Aku ingin nyanyikan lagu...
Buat orang orang yang tertindas...
Hidup di alam bebas...
Dengan jiwa yang terpapas...
Kenapa harus takut pada matahari...
Kepakkan tangan dan halau setiap panasnya...
Kenapa harus takut pada malam hari..
Nyalakan api dalam hati usiri segala kelamnya...
Aku ingin nyanyikan lagu...
Bagi kaum kaum yang terbuang...
Kehilangan semangat juang..
Terlena dalam mimpi panjang...
Di tengah hidup yang bimbang...
Di lorong lorong jalan...
Di kolong kolong jembatan...
Di kaki kaki lima...
Di bawah menara...
Kau masih mendekap derita...
Aku ingin nyanyikan lagu...
Tanpa kemiskinan dan kemunafikan...
Tanpa air mata dan kesengsaraan...
Agar dapat melihat surga...
Agar dapat melihat surga..
hari ini aku amnesia...
lupa.......
yaaahh... itulah yg kurasain sekarang...
(mudah2an besok sembuh)
semuanya serba lupa... makan lupa,, tidur lupa,, mandi juga lupa..
tapi sholat aku gak lupa lho...
mungkin saekarang fisikku udah sama kayak yg nongkrong di trotoar lampu merah...
kacang.... kacang...
(tukang kacang rebus lewat)
t.kacang : mau beli brapa mas...?
me : beli sepuluh ribu mas...
t. kacang : 2 kaleng ya mas....
me : nggak, tujkuh belas mas... ya iyalah 2 kaleng..
(kacang udah di tangan)
me : makasih ya mas...
t,kacang : eh,, mas jangan main pergi dunk,, bayar dulu...
me : astaghfirullah.. emang saya belum bayar ya mas...?
t. kacang : ya belum lah mas... sampean malah main kabur aja..
me : maaf deh mas...
(ngerogoh saku uang gak ada),, *bingung,,,
me : bntar ya mas...
t. kacang : cepetan donk.. ujan nih...
me : maaf mas uangnya ke tinggalan di kamar...
(langsung lari jemput uang sambil bawa kacang)
t.kacang : was ya kalo kabur.. ckckckckc .. *emosi :(
me : mas ini uangnya... (ngasih uang 5ribuan dua)
t.kacang : besok kalo gak da uang gak usah beli mas..
me : hehehehe.. maap mas..
ya rabb...
hilangkan lah segala keingatanku jika itu semua kehendakMU........
jangan biarkan hambamu ini menyakiti lainnya dengan kelalaianku...
*sampe ahir tulisan ini, aku masih sibuk nyari dimna kunci rumah ku letak...
afwan jiddan ya rab...
yaaahh... itulah yg kurasain sekarang...
(mudah2an besok sembuh)
semuanya serba lupa... makan lupa,, tidur lupa,, mandi juga lupa..
tapi sholat aku gak lupa lho...
mungkin saekarang fisikku udah sama kayak yg nongkrong di trotoar lampu merah...
kacang.... kacang...
(tukang kacang rebus lewat)
t.kacang : mau beli brapa mas...?
me : beli sepuluh ribu mas...
t. kacang : 2 kaleng ya mas....
me : nggak, tujkuh belas mas... ya iyalah 2 kaleng..
(kacang udah di tangan)
me : makasih ya mas...
t,kacang : eh,, mas jangan main pergi dunk,, bayar dulu...
me : astaghfirullah.. emang saya belum bayar ya mas...?
t. kacang : ya belum lah mas... sampean malah main kabur aja..
me : maaf deh mas...
(ngerogoh saku uang gak ada),, *bingung,,,
me : bntar ya mas...
t. kacang : cepetan donk.. ujan nih...
me : maaf mas uangnya ke tinggalan di kamar...
(langsung lari jemput uang sambil bawa kacang)
t.kacang : was ya kalo kabur.. ckckckckc .. *emosi :(
me : mas ini uangnya... (ngasih uang 5ribuan dua)
t.kacang : besok kalo gak da uang gak usah beli mas..
me : hehehehe.. maap mas..
ya rabb...
hilangkan lah segala keingatanku jika itu semua kehendakMU........
jangan biarkan hambamu ini menyakiti lainnya dengan kelalaianku...
*sampe ahir tulisan ini, aku masih sibuk nyari dimna kunci rumah ku letak...
afwan jiddan ya rab...
yang termiliki manusia
Sekalipun cinta tlah ku uraikan,
dan ku jelaskan panjang lebar...
Namun jika cinta ku datangi,
aku jadi malu pada keteranganku sendiri...
Meskipun lidahku tlah mampu menguraikan...
Namun tanpa lidah,cinta ternyata lebih terang...
Sementara pena begitu tergesa gesa menuliskannya...
Kata2 pecah berkeping keping...
Begitu sampai pada cinta..
Dalam menguraikan cinta,akal terbaring tak berdaya...
Bagaikan keledai terbaring dalam lumpur...
Cinta sendirilah yg menerangkan cinta dalam kisahnya...
dan ku jelaskan panjang lebar...
Namun jika cinta ku datangi,
aku jadi malu pada keteranganku sendiri...
Meskipun lidahku tlah mampu menguraikan...
Namun tanpa lidah,cinta ternyata lebih terang...
Sementara pena begitu tergesa gesa menuliskannya...
Kata2 pecah berkeping keping...
Begitu sampai pada cinta..
Dalam menguraikan cinta,akal terbaring tak berdaya...
Bagaikan keledai terbaring dalam lumpur...
Cinta sendirilah yg menerangkan cinta dalam kisahnya...
ya Rabb... tolong aku jika jatuh cinta...
mimpi yang pernah menggema syahdu...
pagi dingin itu kembali mamaksa tulangku untuk merasakan nikmat tusukannya..
okeee... mungkin bisa menjadikan aku kuat dalam sebuah kedisiplinan hati...
kembali bermunajat kepadaMU ya Rabb...
namun...
topik kali ini lain dari sebelumnya..
yahhh... Rabb... tolong aku yg mungkin akan dan sedang jatuh cinta terhadap hawa ciptaan mu...
dan dengan pepatahnya.. :
Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah ia memberitahu bahwa ia mencintainya. (HR Abu Daud dan At-Tirmidzy).
huuuuuuuaaahh...
lalu... :
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikan-Nya di antaramu rasa cinta dan kasih sayang, (Ar-Ruum: 21)
awww... aku semakin menundukkan kepala,, terasa tak sanggup bila jatuh cinta yg tak bisa di ungkap...
ya rabb... tolong aku...
ya rabb... tolong aku...
masih hening,,, tapi aku juga tak mau diberi suguhan kata "cengeng" kalau air mata ini jatuh..
entahlah....
aku hanya takut... takbisa mencintai yg mengikuti segala fitrajmu ya rabb..
tshgs;djlieh SAH JSA/LKJ BFKAHFKAGS
AKHIR KATA ;
ku senantiasa teringat DIA yang berada di seberang negeri...
Duhai, apa engkau tau dengan diriku?
Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang hawa..
Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku.
Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya,
Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu....
pagi dingin itu kembali mamaksa tulangku untuk merasakan nikmat tusukannya..
okeee... mungkin bisa menjadikan aku kuat dalam sebuah kedisiplinan hati...
kembali bermunajat kepadaMU ya Rabb...
namun...
topik kali ini lain dari sebelumnya..
yahhh... Rabb... tolong aku yg mungkin akan dan sedang jatuh cinta terhadap hawa ciptaan mu...
dan dengan pepatahnya.. :
Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah ia memberitahu bahwa ia mencintainya. (HR Abu Daud dan At-Tirmidzy).
huuuuuuuaaahh...
lalu... :
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikan-Nya di antaramu rasa cinta dan kasih sayang, (Ar-Ruum: 21)
awww... aku semakin menundukkan kepala,, terasa tak sanggup bila jatuh cinta yg tak bisa di ungkap...
ya rabb... tolong aku...
ya rabb... tolong aku...
masih hening,,, tapi aku juga tak mau diberi suguhan kata "cengeng" kalau air mata ini jatuh..
entahlah....
aku hanya takut... takbisa mencintai yg mengikuti segala fitrajmu ya rabb..
tshgs;djlieh SAH JSA/LKJ BFKAHFKAGS
AKHIR KATA ;
ku senantiasa teringat DIA yang berada di seberang negeri...
Duhai, apa engkau tau dengan diriku?
Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang hawa..
Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku.
Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya,
Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu....
Langganan:
Postingan (Atom)













